Tuesday, 28 December 2010

BisBarKas: Bisnis Barang Bekas

Sumber: www.AnneAhira.com
Sampah saya, uang Anda dan sampah Anda, uang saya. Pernah berpikir seperti itu?

Percaya tidak percaya, bila mau jujur, pernyataan tersebut benar adanya. Bila masih ingin menyangkal, cobalah lihat apa yang Anda pakai, barang-barang apa saja yang ada di rumah Anda, adakah barang-barang bekas di situ?

Bila tidak ada barang bekas, paling tidak Anda mungkin pernah memakai barang bekas walau Anda tidak pernah ingat. Waktu bayi, mau tidak mau Anda memakai barang bekas saudara tua Anda. Bahkan, bila Anda anak tertua atau anak tunggal, biasanya ada satu atau dua baju dan jaket bekas orang lain.

Tidak perlu malu memakai barang bekas. Apalagi, bila harganya hanya 35-40% dengan kondisi yang masih sangat baik. Cukup dipoles sana-sini atau dipermak sedikit, jadilah barang yang tampak baru. Anda pun bisa menjual barang-barang Anda yang sekiranya masih layak pakai.

Ada banyak cara melakukannya. Bisa dengan membuat garage sale sendiri, membuka warung barang bekas, atau mendatangi pasar loak. Jangan salah, bisnis barang bekas itu menjanjikan. Mau coba?

1. Garage Sale

Kegiatan menjual barang bekas di garasi mobil kini mendapatkan arti yang lebih luas. Tidak harus di garasi mobil. Halaman rumah, bahkan ruang tamu pun bisa disulap sebagai tempat jualan.

Jika dulu kegiatan seperti ini dilakukan karena mau pindahan ke kota lain atau mau ganti suasana baru di rumah, kini bisnis ini sudah semakin dibuat serius.

Para pelakunya, bahkan mendatangi banyak rumah untuk mendapatkan barang dagangan baru. Pembelinya pun semakin banyak. Bukan karena tidak mempunyai uang untuk membeli yang baru, melainkan barang lama mempunyai kualitas dan keunikan tersendiri.

2. Warung Barkas

Untuk yang benar-benar serius dan mempunyai modal tempat, membuka warung barang bekas (barkas) bisa menjadi bisnis yang cukup bagus. Modal utamanya adalah jaringan pertemanan yang luas.

Dengan banyaknya teman, akan semakin mudahlah mendapatkan barang dagangan yang bisa dipajang di warung barkas. Misalnya, box bayi, baby walker, yang dipakai hanya sebentar, bisa menjadi barang yang cukup dicari.

Bila perlu, gunakan sistem titip selama tiga bulan. Bila barang laku, pemilik warung mendapatkan 30% dari harga barang. Bila selama tiga bulan tidak laku, barang tersebut bisa dikembalikan tetapi tetap masuk dalam katalog walau tidak dipajang lagi.

Jangan lupa diberi keterangan, bila stok masih ada. Jadi, jika ada yang mencari barang tersebut, pemilik warung masih bisa menghubungi pemilik barang dengan syarat barang belum terjual.

3. Pasar Loak, Pasar Klitikan

Yogyakarta bisa dibilang gudangnya barang bekas. Pergilah ke pasar Beringharjo. Naiklah ke lantai tiga. Di sana, Anda akan puas melihat begitu banyak barang bekas, antik pula.

Lantai tiga itu sudah seperti museum. Bila apa yang dicari tidak ditemukan di sana, pergilah ke pasar Klitikan di malam hari. Pasar dengan bangunan yang cukup nyaman ini ada di Wirobrajan.

Pasar loak ini terkesan modern dengan tata letak yang sangat bagus. Di sini, barang bekas yang diperdagangkan jauh lebih beragam dibanding barang-barang bekas yang ada di pasar Beringharjo. Bila beruntung, Anda bisa barter atau tukar tambah. Pokoknya, semua bisa dinegosiasikan.

0 comments:

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More