Thursday, 23 December 2010

Britney Spears, Gadis Sensasional

Sumber: www.AnneAhira.com
Britney Spears adalah sebuah sensasi dalam dunia musik pop yang muncul pada akhir tahun 90-an. Kehadiran Britney yang muda, segar, dan cantik membawa gebrakan yang mengembalikan tren penyanyi perempuan yang juga bisa menari. Ia membuka jalan kepada penyanyi-penyanyi perempuan lain untuk mengikuti kepopulerannya, seperti Christina Aguilera, Jessica Simpson, dan Mandy Moore.

Awal Karier

Britney Jean Spears lahir di Kota Kentwood, Los Angeles, pada 2 Desember 1981. Britney sudah mulai bernyanyi dan menari sejak kecil. Karir profesionalnya berawal dari keikutsertaannya dalam acara The New Mickey Mouse Club di Disney Channel. Banyak artis berbakat Amerika Serikat yang mengikuti program ini sebagai batu loncatan, di antaranya Justin Timberlake dan Christina Aguilera.

Jalan Britney menuju puncak dimulai dari kontrak album dengan Jive Records. Album perdana tersebut memiliki single debut berjudul Baby One More Time. Dalam video klipnya, Britney menunjukkan kemampuan tari yang kuat serta gaya yang muda dan seksi. Citra demikian dipertahankan Britney hingga album-album dan video-video klip berikutnya, sehingga ia lekat dengan kesan seksi.

Album Laris Manis

Album perdana Britney yang dirilis pada tahun 1999 menduduki posisi nomor satu di mana-mana dan bertahan selama enam minggu. Lagu-lagu andalan berikutnya mulai ia luncurkan, seperti (You Drive Me) Crazy, Sometimes, sampai dengan From The Bottom of My Broken Heart. Pada akhir tahun 1999, penjualan album Baby One More time mencapai 10 juta kopi, dan 3 juta kopi selanjutnya pun menyusul. Kepopuleran Britney semakin menyapu bersih saingan-saingannya sesama diva muda.

Hanya setahun kemudian, Britney mengeluarkan album kedua yang bertitel Oops! …I Did It Again. Lagu andalan album tersebut yang berjudul sama langsung menjadi hits dan diputar di mana-mana. Britney kembali merajai tangga lagu di seluruh dunia.

Dalam minggu pertama saja, album tersebut laku sebanyak satu juta kopi, sebuah rekor penjualan bagi seorang penyanyi solo wanita. Lagu-lagu berikutnya seperti Lucky, Stronger, Don’t Let Me Be The Last to Know, dan lain-lain semakin mengukuhkan kekuatan album Oops! …I Did It Again sehingga totalnya terjual sebanyak 9 juta kopi.

Pada album ketiga, yang dirilis pada akhir tahun 2001, Britney mencoba untuk menampilkan image dan musik yang lebih dewasa, untuk menyesuaikan dengan perkembangan usia dirinya maupun penggemar. Album tersebut kembali menjadi nomor satu, tetapi lagu-lagunya tidak terlalu digemari masyarakat. I’m a Slave 4 U, I’m Not a Girl–Not Yet a Woman, dan Overprotected tidak bertahan lama di posisi 10 besar.

Setelah cuti dari dunia musik selama beberapa bulan, Britney kembali mengerjakan album baru pada awal tahun 2003, yang dinamai In the Zone, sebuah refleksi keinginannya untuk dianggap dewasa.

Album tersebut cukup berhasil mengangkat nama Britney lagi dengan lagu-lagu yang musiknya berbeda, seperti Toxic, Everytime, dan Me Against the Music.

Meredup dan Bangkit Kembali

Pada tahun 2004, karir Britney mulai tenggelam karena ia dikuasai masalah pribadi yang menghantam secara berturut-turut. Ia sempat menikah selama dua hari dengan teman masa kecilnya, Jason Alexander. Kemudian, ia menikah kembali dengan Kevin Federline, seorang penari latar dan melahirkan dua orang anak. Di sela-sela mengandung anak pertama dan kedua, Britney mengeluarkan album Greatest Hits: My Prerogative dan sebuah album Natal.

Selanjutnya, Britney terus bergulat dengan masalah pribadi. Di antaranya perceraian, pergaulan dengan alkohol dan narkoba, hingga depresi. Namun, pada tahun 2007 ia akhirnya merilis album Blackout yang mampu menempatkan tiga lagu pada tangga Top 40, tetapi tidak bisa meraih platinum.

Setelah hampir satu dekade tidak menghasilkan lagu nomor satu, Britney merilis single Womanizer yang sensasional. Album penuhnya yang berjudul Circus pun menyusul pada Desember 2008. Album ini berisi campuran musik balada dan dance yang mendongkrak posisi Britney kembali ke jajaran penyanyi top.

0 comments:

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More