Thursday, 23 December 2010

Seputar Musik Dangdut

Sumber: www.AnneAhira.com
Musik dangdut merupakan salah satu genre musik yang berkembang di Indonesia. Bentuk musik ini berasal dari musik Melayu pada sekitar tahun 1940-an. Di dalam evoluasinya menuju bentuk kontemporer saat ini masuk pengaruh unsur-unsur musik India dan Arab.

Kondisi seperti ini tentunya dipengaruhi oleh perubahan arus politik Indonesia di akhir 1960-an membuka masuknya pengaruh musik barat yang kuat dengan masuknya penggunaan gitar listrik serta juga bentuk pemasarannya.

Sejak tahun 1970-an musik dangdut boleh dikatakan telah matang dalam bentuknya yang kontemporer. Sebagai salah satu musik populer, musik dangdut sangat terbuka terhadap pengaruh bentuk musik lain, mulai dari musik keroncong, laggam, dengung, gambus, musik rock, musik pop, bahkan hingga house music.

Penyebutan nama dangdut merupakan hasil dari suara permainan gendang yang khas dan di dominasi oleh bunyi dang dan ndut. Nama ini sebetulya adalah sebutan dalam sebuah artikel majalah awal 1970-an bagi bentuk musik melayu yang sangat populer di kalangan masyarakat bawah. Musik dangdut kontemporer telah berbeda dari akarnya, musik melayu, meskipun orang masih dapat merasakan sentuhannya.

Musik Orkes Melayu yang asli menggunakan alat musik seperti gitar akustik, lalu arkodeon, rebana, gambus, serta suling. Pada sekitar tahun 1950-an hingga tahun1960-an banyak berkembang orkes-orkes Melayu khususnya di Ibukota Jakarta yang pada saat itu memainkan lagu-lagu Melayu dari Sumatera.  Pada masa ini mulai masuk eksperimen masuknya unsur India dalam musik Melayu.

Perkembangan dunia sinema pada masa itu dan politik anti-Barat dari Presiden Sukarno menjadi pupuk bagi grup-grup ini. Gaya bermusik masa ini masih terus bertahan hingga 1970-an, walaupun pada saat itu juga terjadi perubahan besar di kancah musik Melayu yang dimotori oleh Soneta Group pimpinan Rhoma Irama.

Beberapa nama dari masa 1970-an yang dapat disebut adalah Mansyur S., Ida Laila, A. Rafiq, serta Muchsin Alatas. Populernya musik Melayu dapat dilihat dari keluarnya beberapa album pop Melayu oleh kelompok musik pop Koes Plus di masa jayanya.

Perkembangan musik dangdut modern pada sekitar awal tahun 1970-an sejalan dengan politik Indonesia yang dikenal sangat ramah terhadap masuknya budaya barat, hal ini dapat dilihat dari masuknya alat-alat musik modern Barat seperti gitar listrik, organ, piano, perkusi, terompet, alat musik saksofon, obo, serta masih banyak alat musik lainnya yang tentunya digunakan untuk meningkatkan variasi dan sebagai lahan kreativitas para pemain musiknya.

Pada paruh akhir dekade 1970-an juga berkembang variasi "dangdut humor" yang dimotori oleh Orkes Melayu Pancaran Sinar Petromaks. Orkes ini, yang berangkat dari gaya musik melayu deli, membantu diseminasi dangdut di kalangan mahasiswa. Subgenre ini diteruskan, misalnya, oleh Orkes Melayu Pengantar Minum Racun dan, pada awal tahun 2000-an, oleh Orkes Pemuda Harapan Bangsa.

Meskipun lagu–lagu dalam musik dangdut bisa menerima berbagai unsur musik lain secara mudah, bangunan sebagaian besar di dalam musik lagu dangdut sangatlah konservatif, karena sebagian besar musik dangdut disusun dari satuan delapan birama.

Hal ini tentunya sangat jarang sekali, hal ini dikarenakan sebagian besar tersusun dari satuan delapan birama 4/4. Jarang sekali ditemukan lagu dangdut dengan birama 3/4, kecuali pada lagu-lagu masa Melayu Deli. Lagu dangdut juga miskin improvisasi, baik melodi maupun harmoni. Harus diakui, dangdut tak bisa dilepaskan dari tarian dan goyangan erotis.

Dangdut memang disepakati banyak kalangan sebagai musik yang membawa aspirasi kalangan masyarakat kelas bawah dengan segala kesederhanaan dan kelugasannya. Ciri khas ini tercermin dari lirik serta bangunan lagunya. Gaya pentas yang sensasional tidak terlepas dari nafas ini. Fenomena ini yang menjadi salah satu penilaian rendahnya musik dangdut.

2 comments:

Good posting. I get interested and also say that I really like read the ideas. So, Everyone may visit again to view the article by getting any more attractive post. Tiket Pesawat.

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More