Thursday, 23 December 2010

Vania - Back to Seriosa

Bila semua talenta yang akan bertanding di TOP 12 ini ditanya siapakah lawan terberat, maka hanya satu nama yang disebut yaitu Vania Larrissa, pemilik suara indah dari Kalimantan. Merasa nggak, Vania?

“Nggak, ah,” ujar remaja 15 tahun ini menatap tak percaya. “Semua yang bertanding saat ini kan pernah menjadi peraih sms tertinggi,” tambahnya lagi.

Vania sendiri mengaku, penggemarnya semakin banyak saat menjadi Top 12. Bahkan lagu Bring Me To Life didapat dari pilihan pendukungnya yang disebut dengan Vaniatics.

“Iya, saya bikin polling gitu. Lagu itu yang paling banyak dipilih,” ujarnya sambil tersenyum.

Di TOP 12, ada lagu yang juga diminta oleh Vaniatics?

“Ada, lagu Listen-nya Beyonce,” ujarnya 

Lho, bukannya lagu itu berirama R n B? Mau meninggalkan seriosa, nih?

“Nggak, kok.  Sebelum  seriosa, kan aku juga bawain pop. Dan aku kepingin bisa membawakan lagu beraliran apa saja,” tukasnya tanpa bermaksud menyombongkan diri. Kiprahnya di jalur pop, telah memberinya beberapa penghargaan. Sedangkan seriosa yang baru saja ditekuninya telah memberikan kesempatan untuk meraih juara Indonesia's Got Talents.

Membawakan lagu Sarah Brightman, Atessa, Vania tampil dengan genre yang dikuasainya. Tetap cantik dan memukau. Untuk itu, Ria Irawan hanya berkomentar pendek,

“Nggak perlu menang IGT, kamu sudah layak nyanyi di La Scala, Milan,” ujar Ria yang tampil dengan busana biru malam itu. Namun pujian itu berubah di malam berikutnya, saat Vania membawakan Listen milik Beyonce.

“Saya mengerti kamu ingin menyuguhkan gaya yang berbeda, tapi pop dan seriosa adalah dua hal yang berbeda,” ujar mama Ina seakan menyayangkan.

Bagaimana menurut Vania sendiri ?

“Nggak papa, aku cukup puas kok membawakannya,” ujar Vania seakan paham dengan komentar yang diberikan juri. Komentar yang sama juga diberikan oleh sang mama, yang kerap mendampingi Vania.

“Bila terpilih masuk grand final, maka untuk selanjutnya Vania akan tampil habis-habisan di seriosa.”
      
Siapa lawan paling berat?

“Kayaknya Elnoe dan AWI, deh,” ujarnya usai tampil. “Habis, Elno lucu banget, sedangkan AWI performanya bagus,” ujarnya. Kekhawatiran Vania justru tidak terbukti.  Namanya disebut pertama kali sebagai kontestan yang masuk Grand Final oleh Vincent dan Tora.

“Wah, tegang juga. Nggak nyangka aku bisa masuk Grand Final. Aku akan berikan penampilan yang terbaik dan kembali membawakan nomor klasik,” ujarnya. Masuknya Vania menambah panas persaingan di partai Grand Final, karena di sana sudah ada Melita  sebagai penyanyi yang cukup mumpuni. Mampukah sang diva seriosa menjadi juara? Kita lihat saja persaingan panas diantara keduanya di Grand Final Indonesia's Got Talents!

SUMBER

0 comments:

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More